Rindu Adik

Fotografer by Furi Rain
Serentetan rindu menunggu. Aku hanya diam mengamati rindu yang kian nyesak diruang tunggu. Disudut, Aku pengap.
Adikku, tiba-tiba muncul. Pertama kali dari sekian banyak rindu yang berdesakan ingin menjumpaiku. Tubuhnya mengecil serupa Aku. Padahal dulu dua Kali sepertiku.
.....Bagaimana Pesantren?
Mata sipitnya tiba-tiba membeban.
.....Berat sekali ya, dik?
Dan Aku sudah tau jawabanya lewat beban dimatanya yang kini mencair dan mengaliri pipi yang tak lagi chubby seperti dulu.
Pikirku, tak usah lagi lanjut. Aku pergi.
Dia menarik tanganku, Aku malu membalik, Karena air mataku lebih deras menghujan darinya.
....
Tidak Kak, Aku hanya ingin Kita bahagia di surga. Untuk ayah, ibu, kakak, adik. Aku rela.
....
Kusudahi rindu sepilu itu. Ku usir semua rindu yang menunggu. Dan kuhabiskan rindu bersama Adikku yang meringkuk di kamar Pesantren.
Semoga Allah memberimu kekuatan.
#Untuk Adikku yang berjuang Untuk mengajak Kami ke surga.
Miss you dik. Semoga Allah menguatkan adik Untuk bertahan disana.
Love you.
Adbox