Mantan anak

Ada sesuatu yang tak terjelaskan kepadaku. Dari kedua-duanya. Aku pun tak tahu, pun tak pernah bertanya. Karena aku hanya seorang penakut. Kenapa dengan kedua-duanya, sehingga memilih untuk sampai disini. Entah apa yang mereka rasakan. Mungkin terlalu dalam. Apanya? Terlalu dalam sakitnya atau cintanya. Hah... omong kosong soal cinta.
Kalau cinta, tak Mungkin sampai disini. Eh,,, apa? Disini? Tidak. Bahkan sudah berakhir sejak aku belum tau arti kasih sayang.
Jadi, apa? Entah.

Fotografer by Furi Rain
Tak Ada penjelasan apapun kepadaku. Mungkin kedua-duanya menganggapku seorang anak kecil yang hanya tau bahwa sebelum makan harus cuci tangan. Sebelum tidur harus berdoa. Dan lainya, yang hampir Lupa aku kerjakan setelah mereka pergi diwaktu yang sama.
Ada sesuatu yang tak terjelaskan kepadaku. Ini sungguh Tidak adil. Mereka pergi tanpa meninggalkan penjelasan berarti. Hanya tanda tangan keduanya yang Ada dimeja makan sore Itu. Yang tak sengaja kubaca.
Untungnya, waktu Itu aku sudah bisa membaca walaupun terbata. Sehingga aku tau apa yang harus kulakukan setelah makan siang yang kesorean Itu. Adalah menangis.
Hingga "keduanya" berubah menjadi "keempatnya" aku masih belum mendapatkan apa yang aku cari dalam kebisuan Itu. Mungkin keduanya terlalu sibuk balas dendam satu dengan lainya. Dan terlalu sibuk dengan rumah tangganya masing-masing.
Masa bodo... aku berusaha untuk Tidak peduli. Tapi tak bisa. Jika saja aku mati hari ini. Mungkin lebih baik bagi mereka. Tak Ada tuntutan apapun kepada mereka dengan keberadaanku.
Aku hanya ingin mengatakan kepada keduanya :  "Ma, Pa, mantan anakmu ini gak butuh materi yang pernah kalian hamburkan kok. Aku cuma ingin kalian beri penjelasan arti sebuah perceraian!".
Adbox